Home / Resensi / Einstein and Eddington: Kisah “Romantis” Dua Ilmuwan

Einstein and Eddington: Kisah “Romantis” Dua Ilmuwan

 

(Foto: https://goo.gl/images/xSafM4)

 

Oleh: Daniel Wolo*

 

Kebanyakan kita tentu pernah mendengar nama Einstein. Ya, Albert Einstein, salah seorang tokoh utama berdirinya fisika modern, penemu Teori Relativitas dengan rumusan abadinya, E = mc2.

Lalu, siapakah Eddington? Sebagian besar dari kita tentu belum pernah mendengar nama ini. Saya sendiri baru mendengar nama Eddington ketika menonton film “Einstein and Eddington”. Ternyata, Eddington merupakan seorang ilmuwan yang hidup di zaman Einstein. Dia bekerja di Royal Society, suatu lembaga ilmu pengetahuan dari Inggris yang sangat terkenal di dunia, yang telah banyak menghasilkan penemuan dari ilmuwan-ilmuwan ternama. Salah satunya, yang amat berpengaruh di dunia terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, ialah Sir Issac Newton.

Film ini mengisahkan hubungan yang terjalin antara Einstein dengan Eddington. Einstein di Jerman dan Eddington di Inggris. Relasi mereka diawali dengan ketertarikan Eddington pada teori Einstein mengenai Gravitasi, sesuatu yang telah ditinggalkan oleh para ilmuwan lain karena menganggap apa yang dikerjakan Newton itu sudah selesai.

Namun sebenarnya, Newton meninggalkan PR bagi para penerusnya yaitu penjelasan bagaimana gaya gravitasi itu bekerja. Di sinilah Einstein memainkan peranan dengan teori yang diajukannya. Sayangnya, waktu itu belum ada instrumen yang mampu membuktikan teorinya dan Einstein sendiri tidak bisa mengajukan suatu percobaan yang dapat membuktikan teorinya sendiri.

Alhasil, ‘misteri’ tersebut menjadi tidak menarik untuk diteliti. Bahkan fisikawan terkemuka saat itu sekaliber Max Planck – juga sahabat terdekat Einstein -, sempat bergurau pada Eintein tentang apa yang dikerjakannya. Planck bertanya, “Bagaimana gravitasi bekerja?” Suatu pertanyaan yang sangat bagus, tapi sayang tidak ada jawaban!

Di tempat lain di Inggris, seorang pakar astronomi bernama Eddington ditugaskan oleh pimpinan institusinya, Universitas Cambridge, untuk menyelidiki teori Einstein dan membuktikan bahwa Einstein ‘salah’. Tugas ini tidak lain bertujuan untuk menjaga kehormatan pendahulu mereka, Sir Issac Newton. Relasi antara Eddington dan Einstein dimulai, yang ditandai dengan saling menyurati. Eddington meminta Einstein untuk menjelaskan simbol-simbol matematik yang digunakannya. Einstein memberikan jawaban serta prediksi-prediksi apa yang sesuai dengan teorinya, yang pada akhirnya membawa Eddington sebagai ilmuwan pertama yang dapat menjelaskan teori Einstein melalui eksperimennya. Hasil eksperimen Eddington ini tentu mengakibatkan Teori Gravitasi Newton yang berusia 200 tahun itu, runtuh.  Hal ini membuat para petinggi di tempat Eddington bekerja tidak senang.

Berbagai intrik seperti konflik keluarga, asmara, persahabatan, dan hubungan dua negara yang memanas, Jerman vs Inggris, yang menyebabkan segala komunikasi terputus termasuk surat-menyurat antara Einstein dan Eddington, membuat film ini semakin menarik. Salah satu adegan paling berkesan ialah ketika Einstein meminta bantuan Planck mengerjakan soal matematika yang berhubungan dengan orbit Planet Merkurius. Setelah Planck menyelesaikan tugasnya, ia bertanya pada Einstein, “Bagaimana seandainya Tuhan berkata bahwa engkau (Einstein) salah, hentikan pekerjaanmu dengan Gravitasi, Newton sudah benar!”

Einstein menjawab, “Kalau begitu saya akan berterima kasih pada Tuhan karena sudah memberikan pandangan-Nya, lalu berhenti dengan pekerjaan saya, lalu sepakat untuk berbeda, dan tentu saya akan minta maaf untuk hal ini”.

Film ini diakhiri dengan pertemuan antara Einstein dan Eddington untuk pertama kalinya. Sebelum berjabat tangan, Einstein ingin meyakinkan kalau orang di depanya adalah Eddington sehingga dia bertanya, “Eddington?” dan Eddington pun menjawab, “Einstein!” lalu mereka tersenyum, kemudian berjabat tangan diiringi tepuk tangan para undangan.

 

*) Penulis adalah dosen di Universitas Flores, tinggal di Ende

 

Check Also

SIARAN PERS: “SIKO”

(Foto: tim publikasi ‘Siko’)   Komunitas Film Kupang akhirnya merilis sebuah Film Fiksi Pendek berjudul …

Idealisme “Orang-orang Proyek”

(Foto: https://goo.gl/images/JkeUjw)   Oleh: Venan Pea Mole*   “An idealist is a person who helps other …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *