Home / Dipantara / Seni Sastra

Seni Sastra

[Rilis Pers] Kolaborasi Teater Kontemporer Inter-Asia: Peer Gynts di Larantuka

[Dari kiri ke kanan: Norihisa Tsukamoto (Director General The Japan Foundation) – Ugoran Prasad (Dramaturg dan Produser Teater Garasi) – Yudi A. Tajudin (Sutradara dan Produser Teater Garasi) – Rama Thaharani (Produser Pelaksana Multitude of Peer Gynts) – Venuri Perera (Koreografer/Penari dari Sri Lanka, melalui rekaman video)].. Teater Garasi/Garasi Performance …

Read More »

Puisi-puisi Vallentino*

(Sumber gambar: notepam.com). DINGIN Kita adalah dua hal berbeda tanpa namayang sungguh membenci musim dingin.Sebenarnya itu salah.Kitalah yang memaksa musim menggigil kedinginan,merasakan neraka dingin yang kita ciptakan;musim dingin yang membenci kita, bukan sebaliknya. Mungkin,itu karena kita selalu merasa bahwa kita jauh, tak bersatu.Tapi aneh,di musim dingin kali ini,kita temukan diri …

Read More »

Puisi-puisi Theresia Avila*

(Sumber gambar: menujuabba.com). DOA Puisi tak berjudul Suluh mengantar harapPada Yang Kuasa Untuk berserah Ende, 2018 . PEREMPUAN DI SUDUT KENISAH DanKembaliKutemui kauDi sudut kenisah itu “Lagi, lagi, dan lagi!” Rosario di tanganGontai kaki sekokoh kenisahYang kau pijakBicara pada-Nya “Lagi, lagi, dan lagi!” Ketika Sabat menjelang Perempuan ituDi sudut kenisah …

Read More »

Cerpen: Angin dari Selatan

(Sumber gambar: news.okezone.com) Oleh: Marselus Natar* Sore-sore angin selatan,Aku duduk di muka rumah.Tiba-tiba suratlah datang,Kakak membaca adik tertawa. Angin berhembus teduh, lembut belaiannya laksana sutra dalam genggaman tangan. Dedaunan dan ranting-ranting menari bak sepasang penari Kizomba, meliuk seirama arah angin. Tatapan mataku kian hampa, pikiran pun kosong. Sekonyong-konyong, lirik lagu …

Read More »

Puisi-puisi Rahmat Akbar*

. . MEMBACA PERISTIWA Jalan hidup penyair ituAdalah membaca peristiwaMenabung aksaraDalam vonis terhadap dirinyaKemudian di malam butaDia berkutat dengan kataAgar menjadi puisi . Lalu, di dalam sebuah kamarDia rangkai, menghimpun makna agar dibacaTerlahir dari hati nurani yang suciHingga larut malam, berangsur sepi . Ingat, di matanya lesap akan maknaDi bibirnya …

Read More »

Cerpen: SURAT

(Sumber gambar: Muhammad Husnil – WordPress.com) Oleh: Dante Che* Hujan seringkali membersihkan langit. Tapi tak kuasa menghapus kenangan. Bahkan makin menancap di ingatan. Karena selalu ada jejak di tiap genangan. Tetap berbekas, terpatri dengan jelas. 15 Februari 2005, ketika itu. Jam 11-an siang. Bus Emanuel om BomBom, jurusan Ende-Bajawa memasuki …

Read More »