Home / Dipantara / Seni Sastra / Puisi-puisi Gust Kn*

Puisi-puisi Gust Kn*

 

Manila, Kau dan Hujan

Pada sepotong pagi yang menguning
dalam kenang kau memandang langit yang membentang:
adakah yang lebih bising dari jatuh hujan di atas genting?

Sementara segala yang berarak terbirit lari
melawan gerak awan di atas langit
kepadanya kau merapalkan sajak-sajak pamit:
adakah puisi yang lebih naif dari pahit kopi?

Di tanah yang dinamai Manila kau persis tahu,
hujan pagi ini datang membuahkan rindu
dan mengisi penuh gelas waktu.
Tapi aku, sampai musim ini
masih ingin menekuni sunyi,
memintal benang nasib yang dititahkan ilahi
dan memeluk mimpi yang belum selesai.

New Manila, November 2017

 

(Foto: https://goo.gl/images/fYfhq8)

 

The Coffee Lover 01

Diam-diam diambilnya dari sarung lurik jingga
sebuah cincin permata biji kopi, seraya berkata:
“Ini maharku untukmu, perempuanku!”

Demikian suatu senja
ia meminang wanita yang diidam-idamkannya
sejak mengenal cinta dan sonata.

N. Domingo-Q.C., Januari 2018

 

The Coffee Lover 02

Di permukaan cangkirnya yang pekat sepotong sonata menari hangat, sedang ampasnya melekat cemburu kepada bibir yang telah siaga menggapai kening cangkir.

Seperti pendekar yang siap berlaga dan rasa cinta yang menerjang sukma, ia menyemai kuda-kuda hendak menangkap bibir si pencinta yang penuh gairah mengecup kopi, kekasihnya.

New Manila, April 2018

 

 

*) Gust Kn: nama pena dari Agustinus Kani. Pencinta senja, kopi dan puisi. Kini sedang menekuni sunyi dan menggauli mimpi yang belum selesai. Berdomisili di New Manila, Filipina.

Check Also

[Rilis Pers] Kolaborasi Teater Kontemporer Inter-Asia: Peer Gynts di Larantuka

[Dari kiri ke kanan: Norihisa Tsukamoto (Director General The Japan Foundation) – Ugoran Prasad (Dramaturg …

Puisi-puisi Muhammad Lutfi*

* ** SAJAK ANAK PIATU Wajah anak piatu Terasing dari rumah Menyeret asa dan kelabu …

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *