Home / Dipantara / Seni Sastra / Puisi Fian N*

Puisi Fian N*

(Foto: https://goo.gl/images/k66y2X)

 

Perjalanan Sang Logos 

 

1

Cukup,
Daun pisang kering
Kau letakkan di atas tanah
bebatuan itu
Para penadah di kiri – kanan
compang-camping
Bermandikan debu jalanan
Tuan lewat kau berseru

“Tuan, berikan aku tiga puluh keping perak
Dan akan kugantikan saat kokok ayam yang ketiga”

Palm Day, 25/03/2018

 

2

Tiba-tiba di suatu malam,
kaki-kaki mungil, dekil
datang dari kelesuan
berlari kecil mencari-cari
sumber Air layaknya seorang perempuan Samaria

“Tuan, berikan aku Air itu, basuhkan kotor kakiku”
“Bukan hanya untuk kakimu, Aku ingin memandikan seluruhmu”

“Ah, yang benar, Tuan?”

27/03/2018

 

3

Tubuh Tuan,
Yang terbaring di antara dusta dan hujatan
Antara air dan cuka asam
Debu tanah dan kerikil jalanan

Adalah saksi tabir kepongahan hati
Pecah di bibir langit kelabu

27/03/2018

 

4

Retak malam,
Di atas nisan sunyi
Dupa membubung rendah
Purnama gering
Tak utuh

Ke mana Tuan telah diculik
Saat hari ketiga?

27/03/2018

 

5

Fajar tiba,
Pintu langit terbuka
Tuan yang kau cari ada di sana

“Tuan, bagaimana dengan tiga puluh keping perak ini, apakah aku buang di tanah tukang periuk seperti Yudas?”

27/03/2018

 

 

 

*) Fian N adalah nama jalanan dari Fian Nggoa. Pencinta Barcelona, tubuh(Mu), buku, dan kata (yang lupa dipungut). Sedang menempuh pendidikan di STFK Ledalero. Kecil di Boawae dan besar di Maumere.

Check Also

Puisi-puisi Vallentino*

(Sumber gambar: notepam.com). DINGIN Kita adalah dua hal berbeda tanpa namayang sungguh membenci musim dingin.Sebenarnya …

Puisi-puisi Theresia Avila*

(Sumber gambar: menujuabba.com). DOA Puisi tak berjudul Suluh mengantar harapPada Yang Kuasa Untuk berserah Ende, …

2 comments

  1. Menusuk kalbu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *