Home / Dipantara / Seni Sastra / ‘Perjalanan Mencari Ayam’: Buah Sulung Dusun Flobamora

‘Perjalanan Mencari Ayam’: Buah Sulung Dusun Flobamora

Sebuah berita gembira datang (lagi) dari Kupang, Kota Karang – Kota Kasih, ibu kota Provinsi NTT. Dusun Flobamora, komunitas orang muda yang menaruh perhatian serius (salah satunya) pada sastra, berhasil mendirikan penerbit dengan nama PENERBIT DUSUN FLOBAMORA.

Tidak ada alasan bagi Horizon Dipantara (HD) untuk tidak mengucapkan selamat dan proficiat, atas kerja keras dan ketekunan Teman-teman di Dusun Flobamora. Horizon Dipantara optimis, hadirnya penerbit ini akan turut menentukan perkembangan dunia sastra NTT. Sungguh suatu kebanggaan!

Kebanggaan yang sama, lebih tepatnya kegembiraan, juga dialami oleh seorang blogger dan cerpenis asal Ruteng, Flores, Armin Bell. Draft kumpulan cerpennya terpilih sebagai karya pertama yang diterbitkan oleh Dusun Flobamora. Tentunya, setelah melalui proses kurasi yang ketat dan tajam, oleh tim yang betul kompeten di bidang ini.

(Foto: istimewa)

 

Judul: Perjalanan Mencari Ayam
Penulis: Armin Bell
Penyunting: A. Nabil Wibisana
Penerbit: Dusun Flobamora
Cetakan: I, April 2018
Tebal: vi + 146 hlm, 13×19 cm
ISBN: 978-602-51631-0-4

“Saya sangat senang. Sangat senang. Naskah saya akhirnya dilirik oleh Komunitas Sastra Dusun Flobamora, dan jadi terbitan perdana mereka. Buku ini berbeda dengan buku pertama saya ‘Telinga’ (2011), karena digarap lebih serius dengan melibatkan orang-orang muda hebat seperti Mario F. Lawi, AN Wibisana, Anacy Tnunay, sebagai pembaca draft awal, dan berutang pada teman-teman diskusi buku di Petra Book Club, Ruteng. Senang sekaligus bangga. Buku ini akhirnya terbit setelah dua tahun lamanya saya berproses, yakni sejak 2016 silam. Dalam buku ini, saya berhasil mengajak Olivia Nagung, mantan murid saya di SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng, mengerjakan lukisan untuk cover buku ini. Iva itu pelukis muda berbakat!”, ungkap Armin ketika dihubungi HD.

Sedang dari pihak penyunting, AN Wibisana, Armin disebut sebagai satu dari sekian banyak pengarang muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki kepedulian dan ketekunan dalam menggubah kisah-kisah dengan latar sosio-kultural khas NTT. Pilihan untuk mengeksplorasi (dan bukan mengeksploitasi) tema-tema lokalitas, ragam kisah yang dekat dengan persoalan keseharian masyarakat di NTT, baik yang digali dari tradisi masa lalu atau yang dipantulkan dari situasi sosio-kultural masa kini, adalah satu hal yang pantas diapresiasi.

Kesan yang simpatik juga diberikan Mario F. Lawi.

“Dalam cerpen ‘Perjalanan Mencari Ayam’ kita tidak hanya membaca kisah kasih yang nyaris berakhir sedih, orang-orang dan kisah cinta yang diselamatkan standar moral yang berlaku di tengah masyarakat, tetapi juga dua insan yang sama-sama terbelenggu tradisi dan standar moral yang sama. Armin Bell tidak secara terang-terangan tampil memberikan solusi sebagaimana tampak pada kisah-kisah para pengarang Balai Pustaka, yakni dengan mengafirmasi yang satu dan menolak yang lain, tapi orang-orang yang akrab dengan situasi sosial di NTT tentu sadar bahwa Daria, perempuan yang tidak berdaya di hadapan patriarki, adalah tokoh yang secara terang-terangan diadopsi Armin dari lingkungan sosial masyarakatnya.” 

Pembaca HD dapat melakukan pemesanan buku ini via Armin Bell (FB), Celestin Hadi (FB), pihak penerbit atas nama Eric Lofa (0823-3942-5921 – WA), dan nomor kontak HD sendiri. Diskon 10% akan diterima Teman-teman yang lebih cepat melakukan pemesanan, seperti terlampir di bawah ini.

(Foto: istimewa)

Teman-teman juga dapat menghubungi pihak penerbit, apabila ingin ambil bagian menerbitkan karya. HD sangat merekomendasikannya.

Akhirnya, sekali lagi, proficiat Dusun Flobamora, proficiat Armin Bell…!

 

(Reinard L. Meo)

Check Also

[Rilis Pers] Kolaborasi Teater Kontemporer Inter-Asia: Peer Gynts di Larantuka

[Dari kiri ke kanan: Norihisa Tsukamoto (Director General The Japan Foundation) – Ugoran Prasad (Dramaturg …

Puisi-puisi Muhammad Lutfi*

* ** SAJAK ANAK PIATU Wajah anak piatu Terasing dari rumah Menyeret asa dan kelabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *