Home / Dipantara / Pariwisata / Mengapa Publik NTT Perlu Menolak Keputusan Lomba Blog #ExoticNTT (2018) yang Diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTT?

Mengapa Publik NTT Perlu Menolak Keputusan Lomba Blog #ExoticNTT (2018) yang Diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTT?

(Gambar: Panitia Lomba)

 

 

Oleh: Tim Investigasi HORIZON DIPANTARA

 

Beberapa waktu lalu, di tengah carut-marut politik Nasional dan upaya melawan praktik klasik bernama human trafficking, publik NTT disegarkan dengan informasi ini: Blog Competition dan Vlog Competition dengan tema #ExoticNTT. Belakangan ini, berdasarkan pantauan kami, publik NTT – khususnya Orang-orang Muda – begitu kompetitif, sesuatu yang positif sekali, tentunya. Informasi ini pun disambut penuh semangat.

Berikut ini kami lampirkan kembali informasi lengkap yang disebarkan panitia, tentang kompetisi dimaksud, yang diunggah dalam page FB Dinas Pariwisata Provinsi NTT (13 November 2018, pukul 18.75).

* * *

Ada lagi nih, kali ini dari Team Pengembangan Informasi Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Prov. NTT menggelar Blog Competition dan Vlog Competition dengan tema #ExoticNTT
.
Total Hadiah Rp 79.500.000,- penasaran mau join, cek ketentuannya dibawah ini ya:
.
*Ketentuan Untuk Blog Competition*
.
1. Peserta adalah Warga Negera Indonesia (WNI) dan berdomisili di Prov. NTT dibuktikan dengan tanda pengenal (KTP/SIM/PASPOR/KartuPelajar/Mahasiswa).
2. Sub Tema yang diambil bebas, asalkan masih berkaitan dengan Tema Umum yang disampaikan, yakni Exotic NTT dan, narasi ceritera sesuai dengan ruang lingkup lomba diatas (dapat dipilih salah satu). Artikel tersebut, WAJIB dituliskan atau diceriterakan pada blog masing-masing peserta.
3. Pendaftaran Gratis.
4. Blog yang dilombakan WAJIB mencantumkan tanda tagar (hashtag) #exotic_NTT #lombablog_exoticNTT dan #destinasiwisata_NTT diakhir tulisan.
5.Blog yang dilombakan, adalah karya perorangan yang orisinil, bukan terjemahan, rangkuman, atau diambil dari tulisan blog lain, atau situs lainnya. Dan ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
6. Blog yang dilombakan, memiliki desain menarik, diutamakan, yang dilengkapi dengan foto, gambar, atau vidio.
7. Tidak ada postingan/konten blog yang menyinggung SARA, serta mengandung unsur Pornografi/Pornoaksi, dan atau konten ilegal lainnya.
8. Blog yang dilombakan, WAJIB dipublikasikan sampai dengan Awal Bulan Desember 2018 nantinya dimedia sosial pribadi. Panjang tulisan minimal 1.000 kata.
9. Email link/tautan blog yang sudah diunggah ke alamat email bidangpemasaran15@gmail.com dan genpintt@gmail.com dengan format:
Subject : Nama Perorangan/Kelompok_Judul Blog
Isi : Tautan atau Link dari Blog yang sudah diupload ke Media Sosial
Lampiran : Kartu Identitas Diri yang masih berlaku (KTP/SIM/Paspor/KK)
10. Kompetisi tidak berlaku bagi ASN Dinas Pariwisata Prov. NTT dan Wartawan Senior Media Cetak, Elektronik, juga Media Online.
11. Panitia berhak mendiskualifikasikan peserta dan atau pemenang, yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.
12. Keputusan juri mutlak, dan tidak dapat diganggu gugat.
13. Panitia berhak memperbanyak, menggunakan, dan atau mengumumkan sebagian atau keseluruhan isi blog dalam media apapun tanpa remunerasi atau kompensasi, atau koordinasi dahulu dengan penulis; Namun tetap mencantumkan nama penulis dibawah tulisan yang dipost panitia nantinya.
.
Makanya, ajak temen-temen kamu untuk menyukai Blog kami di Media Sosial kamu, Yuk, ikutan & menangkan hadiahnya.
.
Info detail cek IG/FB : Dinas Pariwisata Prov. NTT
.
#lombablog_excoticNTT
#ExoticNTT
#destinasiwisataNTT

*Syarat & Ketentuan Berlaku*

* * *

 

Sejak awal mendapat informasi ini, kami sudah pesimis. Soalnya sederhana, tentang Literasi kita yang sudah terancam sejak dalam pengumuman ini. Kita lihat beberapa kesalahan penulisan dalam pengumuman, semisal ((dibawah)), ((diatas)), ((ceritera)) – kalau kita cek dalam KBBI, yang akan kita temukan ialah ce·ri·te·ra ? cerita, ((dimedia)), dan ((diakhir)).

Pesimisme kami jatuh tepat di sini, bagaimana dapat mempercayai sebuah lomba yang salah satu syaratnya ialah ‘….ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.’, sedang pada saat yang sama, pengumuman ini tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Sebagai warga NTT yang baik, pesimisme ini kami perhalus jadi, “Ah, mungkin salah ketik!”

Dalam perkembangan selanjutnya, 1 Desember 2018, pukul 09.21, kami menemukan ‘Kabar Baik’ bahwa deadline lomba ini diperpanjang sampai 5 Desember 2018. Di tengah melimpahnya blogger NTT, alasan diperpanjang karena tidak banyak yang mengikuti kompetisi ini adalah sebenar-benarnya sebuah negasi. Namun, ini bukan soal. Tak ada yang salah dalam kebijakan ini, mungkin ada alasan lain. Negasi dimaksud hanyalah perasaan kami saja.

5 Desember 2018, kami tidak menemukan informasi bahwa kompetisi ini resmi ditutup. Pada 8 Desember 2018 pukul 14.26, pengumuman kejuaraan lomba ini diumumkan (salah satunya) lewat page Dinas Pariwisata Provinsi NTT. Berikut kami lampirkan pengumuman ini berikut gambar-gambar yang ditampilkan.

* * *

Surat Keputusan Dewan Juri
Pemenang Lomba Blog dan Vlog Pariwisata NTT Tahun 2018
.
(Daftar pemenang terlampir)
.
Selamat Kepada Para Pemenang dan semua yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan lomba ini,,

Mari bersama terus promosikan pariwisata NTT melalui karya-karya kita,

Salam Pesona Indonesia
“Wonderful”
.
.
#ntt #exoticntt #pariwisatantt #PesonaIndonesia #wonderfulindonesia @ East Nusa Tenggara

 

* * *

Tidak sebagaimana pengumuman lomba pada umumnya, pengumuman lomba ini jauh dari euforia. Hal ini kami pantau dari media-media sosial yang selama ini jadi medan penyampaian ‘Proficiat!’ atau “Tetap semangat, intinya sudah mulai berkompetisi!’. Kami justru menemukan fakta sebaliknya.

Temuan pertama datang dari unggahan ‘ketidakpuasan’ Rusni Tage (yang kemudian kami tahu merupakan salah satu peserta lomba ini) lewat facebook-nya, malam, 8 Desember 2018 (waktunya belum sempat kami catat). Berikut kami lampirkan.

***

LOMBA BLOG PARIWISATA YANG BURUK DARI DINAS PARIWISATA PROV. NTT

1.Konten blog saya tidak terlalu bagus, tetapi TIDAK LEBIH BURUK dari yang juara 1, 2, dan 3. Dan yang diluar dari saya serta yang juara ADA YANG LEBIH BAGUS DAN LAYAK JUARA

2.Saya tidak iri hati dengan yang juara, bagi saya dalam kompetisi kalah menang itu biasa saja, tetapi yang namanya kesalahan FATAL yang tidak memenuhi aturan lomba harus disampaikan, supaya literasi kita bagus dan pariwisata kita baik. Jangan sampai ada upaya TIPU-TIPU.

3. Yang juara 1
1) Sejak dari judulnya sudah buruk, Menikmati Eksotis Pantai Mananga Aba Menjelang Senja Menua. Menikmati eksotis? Kamu mengerti ini kalimat?. Saya bingung
2) Bergeser ke syarat minimal 1000 kata dari total kata yang dikeluarkan oleh laman akun dinas pariwisata prov. NTT, di blog yang juara 1 ini HANYA 520 kata.
3) Lalu syarat share blog dengan tagar di media sosial juga tidak muncul ketika kita tulis kata kunci #lombablog_excoticNTT #ExoticNTT #destinasiwisataNTT. Padahal jumlah kata dan share adalah syarat yg dikeluarkan panitia anehnya dia juara 1! Ini blognya: https://chimotralala.blogspot.com/2018/11/menikmati-eksotis-pantai-mananga-aba.html?fbclid=IwAR1KIyg7lUh1rC6C052xnAUkEw69yvrkQKCznTDxxfZvcjn7oQXToljSzhk

4.Yang juara 2
1)Di blog tanpa tagar padahal ini syarat mutlak, dari laman dinas pariwisata provinsi NTT mewajibkan dalam blog ada tagar #lombablog_excoticNTT #ExoticNTT #destinasiwisataNTT.
2) Demikian jumlah katanya cuma 629. Anehnya dia juara! (——-)! Ini Blognya:
https://ntt-traveling.blogspot.com/2018/11/ritual-sakral-menyambut-air-di-pulau.html?m=1&fbclid=IwAR0nNtWHs6xd-GVJrU97PVS7Bpmaak9-m28Pmiq8lwXRcckBPpuCtOXbLzw

5. Juara 3
Hahhahha, dia membuka dengan bahasa ALAY DAN TIDAK JELAS. Maaf, saya membayangkan blog ini kalau di pakai sebagai alat promosi, ABG labil pun tidak akan tertarik untuk membaca, Sumpah!
Ini blognya: https://simon-nagitana.blogspot.com/2018/12/gereja-batu-alam-nan-exotic-gereja-st.html?m=1&fbclid=IwAR2TVjAtQVKgu4QT33VWhy3V_tijw3LoESwah0wCSMNrsnzRrNXROeApAYY

6.Ini saya copykan lurus sayarat blog kompetisi dinas Pariwisata Provinsi NTT:

(Bagian ini sama seperti yang terlampi di muka. Kami tidak memuatnya sekali lagi agar tak terlalu panjang!)

7. Ini yang Juri 3 orang ini pengalaman kepenulisannya apa ya?. Kredibelitas mereka apa?

8. Silahkan share Ini supaya publik bisa menilai

 

*Bagian ini (——-) dalam hasil investigasi ini sengaja kami hilangkan. 

***

Unggahan Rusni Tage ini kemudian di-share Maria Pankratia dengan sedikit penambahan. Pukul 23.03, Rusni menyampaikan bahwa unggahan ‘ketidakpuasaan’-nya sebelumnya telah dilaporkan sebagai spam, berikut Maria tentang hal yang sama pada 9 Desember 2018, pukul 00.01. Gejala apa ini? Apakah ini yang namanya anti-kritik, anti-koreksi?

Ungkapan-ungkapan ketidakpuasan lainnya sejak unggahan pertama dari Rusni banyak kami temukan. Warganet ramai memperbincangkan keputusan lomba ini, tak terkecuali Armin Bell  dan Dede Aton. Seperti Rusni; Maria, Armin, dan Dede kemudian kami tahu merupakan 4 dari sejumlah peserta yang mengikuti lomba ini. Ungkapan-ungkapan yang kami dapat dari mereka, jauh dari kesan ‘irihati’ – dalam bahasa Rusni -, tetapi betul-betul objektif sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan lomba yang teramat buruk ini. Selanjutnya, Armin menulis secara lebih lengkap dalam blognya pada 9 Desember 2018, yang dapat dibaca di sini https://www.ranalino.id/2018/12/lomba-blog-exotic-ntt-dan-juri-yang-mengabaikan-kriteria-panitia.html. Masih menyangkut polemik ini, pada 9 Desember 2018 pukul 12.50 kami menemukan sebuah petisi yang ditujukan kepada Gubernur NTT, Kepala Dinas Pariwisata NTT, Panitia Lomba, dan Dewan Juri dengan isi tuntutan membatalkan keputusan lomba ini, yang kemudian kami tahu itu dibuat oleh Reinard L. Meo. Sampai investigasi ini diturunkan, petisi dimaksud telah ditandatangi oleh 165 orang.

Masih dalam kaitan dengan polemik ini, kami menemukan sikap tegas Maria Pankratia yang menyatakan “…. dengan ini saya menyatakan bahwa: saya menolak menerima sejumlah uang sebagai hadiah/penghargaan untuk predikat Juara Hiburan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab saya sebagai Warga Negara dan Warga Nusa Tenggara Timur terhadap Anggaran Negara yang terserap untuk lomba ini. Dan saya kembalikan uang hadiah tersebut kepada KAS NEGARA, untuk digunakan bagi kepentingan lainnya dengan baik. …” yang diunggah di facebook-nya pada 9 Desember 2018, 9 jam lalu (dari 01:12 AM, 10 Desember 2018). Terakhir, kami juga menemukan wartawan yang blog-nya diloloskan sebagai juara, padahal jelas-jelas dalam syarat, wartawan tidak diperbolehkan mengikuti lomba ini.

* * *

 

Sambil menanti pekembangan selanjutnya, menanti keputusan yang disampaikan lewat petisi yang kini masih beredar, kami menyimpulkan beberapa hal dalam 7 pertanyaan dari polemik panjang di atas.

  1. Bagaimana dapat mempercayai sebuah lomba yang salah satu syaratnya ialah ‘….ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.’, sedang pada saat yang sama, pengumumannya tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
  2. Bagaimana masa depan Literasi NTT yang kebanyakan digerakkan secara sukarela oleh Orang-orang Muda NTT berhadapan dengan soal-soal macam ini pada level birokrasi?
  3. Bagaimana dapat menerima dengan bangga hasil kompetisi yang jelas-jelas para peraih juaranya tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan? (Ini keputusan paling buruk sebuah lomba yang pernah kami baca. Sebutan Juara Hiburan adalah sebutan yang ‘merendahkan’ kerja keras peserta lomba!)
  4. Bagaimana publik yakin bahwa panitia sudah bekerja profesional?
  5. Bagaimana publik yakin akan kapasitas dan kinerja kerja para juri? Apa benar, tidak dapat menggugat ‘Keputusan Juri Mutlak dan Tidak Dapat Diganggu-gugat’ yang terang-terangan buruk? (Sudah sejak lama, sejak dalam sekolah dan kampus, kita memelihara kultur anti-kritik dan anti-koreksi dalam syarat baku setiap lomba ‘Keputusan Juri Mutlak dan Tidak Dapat Diganggu-gugat’).
  6. Bagaimana lomba dan keputusan yang buruk ini dapat meyakinkan publik NTT untuk ambil bagian dalam lomba-lomba selanjutnya? Bagaimana nasib pariwisata NTT ke depan bila Dinas terkait gagal dalam hal kecil yang sebetulnya penting ini?
  7. Apakah lebih baik, mulia, dan visioner membagi uang rakyat sebesar Rp 79.500.000,- itu kepada blogger-blogger dan penulis-penulis NTT yang bahkan jauh sebelum lomba ini digelar, sudah secara konsisten dan militan mewartakan pesona NTT ke seluruh penjuru dunia tanpa campur tangan Dinas Pariwisata, daripada menghabiskannya lewat kompetisi yang buruk dan tidak sehat ini?

 

 

10 Desember 2018,

Tim Investigasi Horizon Dipantara

 

 

 

 

Check Also

Lima Pihak yang Chattingan WA Bersamanya Tak Boleh Kamu Hapus – Nomor 5 Bikin ‘Emosi Jiwa’

(Foto: https://goo.gl/images/81gsCs)     Awal 2016 lalu, saat ketiban rejeki dan bisa beli telepon genggam …

Berbahasa

(Foto: https://goo.gl/images/VP3VWH)   Halo, Sahabat HD di mana pun Kalian berada. Apa kabar? Semoga semuanya dalam …

2 comments

  1. Tahun 2015 saya mengikuti lomba komik lokal yang diselenggarakanoleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif Provinsi,
    Pada saat itu saya mendapat juara satu. Lalu ketika penguman juara dan penerimaan hadiah saya sedikit berhalangan jadi saya tidak bisa hadir dalam penerimaan hadiah.
    Herannya, bebrapa waktu setelah itu saya datang ke kantor dinas pariwisata untuk mengambil hadiah beserta sertifikat atau piala dan semacamnya tetapi akhirnya saya hanya mendapat uang hadiah namun dipotong pajak 900000 tanpa ada sertifikat.
    Saya menanyakan piala atau minimal sertifikat lah tetapi mereka hanya memberi sebuah kertas bertuliskan juara 1; 6 juta.
    Saya kecewa sekaligus heran
    Jadi disini memang uang juara itu penting
    Tetapi jangan lupa bahwa apresiasi jangka panjang itu ditandai dengan piala atau sertifikat tersebut. Mungkin itulah salah satu kekecewaan saya seperti yang dialami sekarang.

    • Ah, sangat disayangkan, Saudara Carlos. Kalau masih ingat persis semuanya, bisa dirangkum dalam 1 tulisan. Kami siap terbitkan.

      Ini payah dan keterlaluan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *