Home / Berita Terkini / Hari Guru, Pelantikan Pengurus Osis, dan Kepemimpinan

Hari Guru, Pelantikan Pengurus Osis, dan Kepemimpinan

(Foto: istimewa)

.

.

Oleh: Bonefasius Zanda*

“Menjadi pemimpin bukan untuk berkuasa, melainkan untuk melayani”
– Herdianto Emanuel Ndiwa –

.

Dalam sejarah SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Flores, NTT, perayaan Hari Guru tahun 2019 agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan pada isi perayaannya, tapi persis pada hari ini (Senin, 25 November 2019), terselenggara juga acara Pelantikan Pengurus Osis Periode 2020. Meski begitu, kemasan acara pada perayaan Hari Guru tiap tahunya selalu ada keunikan, inovasi, dan hal-hal edukatifnya masing-masing.

[Baca juga: Aldo, Kedahsyatan Ekskul, dan Lembaga Pendidikan]

Refleksi pada momen hari ini, tentu sebesar-besarnya untuk penguatan identitas guru dan murid. Bahwa menjadi guru dan murid yang patut diteladani dalam segala hal, haruslah membutuhkan semangat dan kasih untuk saling melengkapi, menguatkan, belajar, membuka diri, juga saling memberdayakan.

Untuk itu, hemat saya, terjadinya perkawinan antar Hari Guru 2019 dan Pelantikan Pengurus Osis Periode 2020 di sekolah tempat saya mengabdi, bukanlah kebetulan belaka, melainkan momen berahmat. Momen yang melahirkan sikap reflektif, rendah hati, juga daya juang yang mampu menelurkan terobosan baru yang pada akhirnya dapat membawa kultur humanis bagi pengembangan kepribadian guru dan murid. Dan pada akhirnya, juga dapat membawa perubahan pada Lembaga SMAS Katolik RECIS untuk menjadi lebih baik secara berkelanjutan.

Berkelanjutan yang saya maksudkan di sini, bisa terwujud dalam macam-macam bentuk. Salah satunya, kepemimpinan.

[Baca juga: “Gara-gara” Guru]

.

“Sebab menjadi pemimpin dalam sebuah lembaga yang besar tidaklah gampang. Butuh semangat ‘merendah’ dan mencintai proses tanpa henti!”, ungkap Hendrika Yunita Bebhe Raga yang adalah Ketua Osis terpilih Periode 2020.

Mantan Ketua Osis Periode 2019, Yosep Alexander Rewo, dalam sambutanya menegaskan bahwa menjadi pemimpin haruslah siap menerima kritikan dalam situasi apapun. Kritikan mesti dihayati sebagai kerikil-kerikil tajam jalanan yang harus dilewati untuk menemukan semangat kepemimpinan yang tangguh dalam tiap situasi hidup.

(Foto: istimewa)

.

Selanjutnya, Bapak Hendrianto Emanuel Ndiwa selaku Kepala Sekolah dalam sapaanya menegaskan, menjadi pemimpin bukan untuk berkuasa, melainkan untuk melayani.

“Semangat melayani, haruslah terlebih dahulu merendahkan diri, siap dicaci-maki, terluka, dan dilukai, untuk bisa membahagiakan sesama yang kita layani. Siapa pun dia. Tidak memandang strata sosial. Inilah tipikal pemimpin universal dan inklusif!”, paparnya.

Menjadi pemimpin dalam lingkup RECIS haruslah mampu mendorong murid, guru, dan sesama untuk bisa bertumbuh dengan penuh kemerdekaan, baik dalam berpikir maupun bertindak. Inilah yang oleh Bapak Herdianto, mantan ketua OSIS SMAS Katolik Regina Pacis di masa silam, sebagai “Spritualitas Jalan Turun”: merendahkan diri, siap dihantam, dicaci, terluka, bangkit lagi, berjalan terus, dan berguna bagi sebanyak mungkin orang.

[Baca juga: “Om Guru”]

.

Bagi saya, Pelantikan OSIS Periode 2020 bertepatan dengan Hari Guru, sungguh sebuah momen penuh rahmat. Murid mengucapkan maaf dan terima kasih kepada guru, guru mendidik murid untuk menjadi pemimpin dan pelayan.

Proficiat kepada Ketua dan Pengurus OSIS yang baru. Terima kasih kepada Ketua dan Pengurus OSIS yang lama.

Selamat Hari Guru untuk rekan-rekan guru di mana pun berada. Salam hangat dari RECIS Bajawa.

.

*) Penulis adalah Pendidik di SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Flores, NTT.

(Foto: dok. pribadi penulis)

Check Also

Menyantap Makanan di Timor vs di Jawa

(Aktivitas di Pasar Alok, Maumere. Sumber foto: cendananews.com). Oleh: Aisy Karima Dewi* Setelah beberapa waktu …

“Gara-gara” Guru

(Sumber gambar: sixhatsdz.forumalgerie.net) . Oleh: Viktor Juru* Sewaktu SD, saya pernah adukan guru saya ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *